![]() |
| sumber: mobavatar.com |
Ramadhan bulan ini sebagai bulan untuk menjaga nafsu dan hati, ini ada tulisan yang sangat menarik bagi saya, sehingga tulisan beliau saya lampirkan dalam tulisan saya. dengan
tema: Ramadhan dan geliat bisnis islami di mana dalam inti tulisan tersebut membicarakan masalah kegiatan penjualan dan pembelian di bulan suci ini. Ramadhan bulan yang teristimewa. Selain “bulan mega bonus” yang menjanjikan penggandaan pahala, penghapusan dosa-dosa masa silam dan jaminan masuk surga bagi para shaimun,Ramadhan turut memberi kontribusi penting terhadap dunia bisnis dan pembangunan ekonomi. Legitimasi dan upaya Islam agar umatnya melakukan perdagangan baik dalam skala Nasional maupun internasional, sebagai satu aktivitas penting dalam ekonomi, tersirat dalam puasa Ramadhan.(http://aceh.tribunnews.com/2016/06/13/ramadhan-dan-geliat-bisnis-islami) Ramadhan dan geliat bisnis ini merupakan salah satu kegiatan yang kita lakukan untuk menopang kegiatan sehari-hari bagi masyarakat muslim di mana pun dan di belahan dunia, tidak sedikit muslim di dunia perlu untuk menjalin silaturahmi dan melakukan interaksi dengan muslim lain, demi bisa menciptakan masyarakat yang taat dan menjalin silaturahmi dengan orang lain. Sehingga memberikan dampak bagi perkembangan di negara-negara yang mempunyai penduduk muslim di bulan suci ini, tidak sedikit hasil yang kita dapat di bulan yang berkah, dengan penjualan apa adanya, misalnya menjual makanan dan minuman untuk menjelang berbuka puasa maupun waktu untuk sahur. Jika kita lihat dari aspek di atas tersebut banyak sekali yang kita dapat, apalagi banyak aspek yang kita jalani untuk mendapatkan berkah dan amalan, di bulan ini siapa saja yang bersedekah maka bisa di lipatkan gandakan pahala yang telah kita berikan kepada orang lain. Dan orang-orang muslim sangat merindukan bulan ramadhan ini yang datang satu tahun cuma 1 kali selama 1 bulan penuh untuk mencari Ridha Allah. Sangat di sayangkan jika bulan tersebut di jadikan sebagai ajang politik atau ajangnya untuk melakukan pencitraan, di manapun dan di tempat apapun, di media sosial, visual, cetak dan lain-lain. Sebagai tempat aktor-aktor politik melakukan kampanye dan banyak memberikan citra-citra politik dengan adanya tersembunyi niat di balik pencitraan tersebut. Seharusnya sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT, masih banyak kegiatan yang kita lakukan demi mendapatkan berkah dari Allah SWT, pada bulan ini di mana bulan mencari segala pahala yang harus kita memperbanyak. Tidak untuk melakukan janji-janji politik atau pencitraan politik di mana-mana, jangan pernah jadikan Ramadhan ini sebagai ajang untuk menarik simpatisan masyarakat umum.
Jakfar
bergiat di political club
Bulan Ramadhan dan Bulan Pencitraan
4/
5
Oleh
alibungker

