Sabtu, 27 Agustus 2016

“Political will Green party”

“Political will Green party” 
 (Kemauan partai hijau)
Jakfar

sumber: gambar dari google

Harapan akan lahirnya sebuah partai politik rakyat yang memperjuangkan keberlanjutan lingkungan, keselamatan rakyat dan keadilan ekologi di Indonesia akhirnya terwujud. Bertepatan dengan Hari Lingkungan 5 Juni 2012, Partai Hijau dideklarasikan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Jawa Barat sebagai mimpi bagi aktivis lingkungan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera peduli dengan lingkungan tanpa ada campur tanggan dari pihak-pihak yang tidak bertangung jawab bagi lingkungan alam sekitarnya(https://partaihijau.wordpress.com/).
 Dalam hal ini di zaman demokrasi setiap  individu dan kelompok bebas untuk terjun dalam politik. Kemauan dia untuk masuk parpol, LSM, Komunitas, Ormas, Okp dan lain-lain, itu sebagai jalan masyarakat dalam mengawal demokrasi yang ada di negeri ini.
Dan dalam fenomenal sekarang ini, semua negara-negara di dunia ingin melakukan perubahan ideologi. Semuanya ingin melakukan perubahan sistem masing-masing negaranya, contohnya saja di negara sebagian timur tenggah yang dulu menerapkan sistem Monarki Absolut sekarang berubah ke sistem menuju Demokrasi. Alhasil perubahan ini tidak didukung oleh masyarakat setempat, mereka menolak adanya campur tanggan dari barat. Yang mendukung perubahan di sistem ideologi negara tersebut.
Ideologi menurut Karl Marx adalah pengandalan-pengandalan spekulatif yang berupa agama moralitas, atau keyakinan politik .Meskipun spekulatif ideologi tersebut dianggap sebagai kenyataan untuk menyembunyikan atau melindungi kepentingan kelas sosial pemikir tersebut.
Dari masalah ini bisa kita ambil sedikit latar belakang permasalahan sebuah sistem, kebanyakan sebagian orang-orang tidak mendukung perubahan di negara mereka, tapi dilain sisi ada yang sangat pro dengan perubahan sistem yang diterapkan negara, misalnya saja di negara indonesia yang dulu sifat pemerintahannya sangat otoriter yang dikekang oleh zamannya orde baru, segala tindakan masyarakat  yang berbau politik harus dikontrol sama pemerintah dan tidak ada masyarakatpun yang berani untuk mengkritisi pemerintahan pada masa itu. 
Sekarang indonesia menuju zamannya reformasi dalam semua aspek, yaitu aspek pendidikan, ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya. Masyarakat sebagai aktor dalam perubahan sistem ini  dan ada campur tanggan dari masyarakat, misalnya dalam hal mengontrol jalanya roda pemerintahan di sebuah negara dan bisa menjadi penekan untuk pemerintahan itu sendiri. Di zaman sekarang ini banyak sekali organisasi-organisasi yang bermunculan dan berkembang di era demokrasi seperti LSM,Partai Politik, Komunitas, Ormas, Okp dan lain-lain, itu menjadi sebuah acuan kita untuk menjadikan negara ini bersih dari KKN.
Dalam arti sebuah demokrasi rakyatlah sebagai pemegang kekuasaan secara de facto dan de jure ini sama juga dengan arti demokrasi itu, Demokrasi adalah dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat menurut (Abraham Lincol). Inilah awal peran masyarakat itu sendiri dalam perpolitikan di indonesia. Dan sebagian kelompok berantusias untuk mendirikan sebuah partai politik agar pesta demokrasi di indonesia di meriahkan dengan berbagai macam partai politik itu sendiri.
Pengertian Partai Politik disebutkan dalam UU RI No. 31 Thn 2002 mengenai Partai Politik, yaitu Pengertian Partai Politik merupakan organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita, untuk dapat memperjuangkan kepentingan anggota, kepentingan masyarakat, bangsa dan negara melalui pemilihan umum.
Tapi sangat di sayangkan di zaman reformasi ini banyak partai politik yang tidak mampu mengontrol kader-kadernya dalam hal melakukan tindak pidana korupsi, ini mencoreng nama baik sebuah partai politik di indonesia itu sendiri, dan masyarakat sudah merasa malas dengan janji-janji manis yang diberikan ketika calon legislatif dan eksekutif dari partai politik itu sendiri.
  Inilah harus ada solusi bagi keberlangsungan politik di indonesia itu sendiri?
Sekarang ini sudah ada partai politik yang memberikan pencerahan bagi perpolitikan di indonesia khususnya di daerah aceh, walaupun partai politik ini belum masuk dalam kegiatan pemilu yang di selengarakan oleh KPU itu sendiri tapi di negara jerman partai hijau ini sudah ikut dalam pemilu, ini menjadi awal partai politik tersebut menarik antusias masyarakat untuk mendukung partai mereka.
Partai itu adalah Green party (partai hijau) yang di bentuk dari kekecewaan masyarakat terhadap elit politik sekarang ini yang tidak mementingkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di indonesia khususnya di aceh, sehingga partai hijau ini lahir dari kekecewaan masyarakat. Sekian banyak sudah peristiwa korupsi yang dilakukan oleh partai politik di indonesia.
Sejak dilahirkan dan diuji-coba di berbagai negara, perkembangan filosofis politik hijau telah memasuki pendewasaan politik, dimana tidak melulu berfokus utama pada “penyelamatan lingkungan”. Terakhir, merujuk pada Global Green Charter, April 2001, lahirlah 6 prinsip politik hijau:
1.Ecological wisdom
2. Social Justice
3. Participatory Democracy
4. Non Violence
5. Sustainability
6. Respect for diversity
Inilah yang mendasarkan partai hijau itu sendiri sudah bisa untuk dijadikan referensi bagi masyarakat sebagai opsi untuk memilih partai yang peduli akan kasus dengan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, dibandingkan dengan partai politik sekarang ini yang cuma mementingkan kelompok dan tidak peduli dengan masyarakat menengah kebawah. Sehingga pembangunan di indonesia khususnya di aceh tidak ada kemajuan dalam segi ekonomi, pihak elit politik sekarang ini menjadikan partai politik sebagai batu loncat mereka untuk melangkah mendapatkan kekuasaan.
Seharusnya sebagai elit politik menjadikan partai politik untuk kesejateraan masyarakat bukan untuk batu loncat, maka ini sudah menyalahgunakan kekuasaan partai politik itu sendiri. Dan membuat partai politik sekarang ini sudah tercoreng dengan tingkah laku dari kader-kader yang menjadikan partai politik untuk mendapatkan kekuasaan semata-mata. Dalam hal ini seharusnya partai politik sebagai lembaga yang menjadikan ajang untuk menyelengarakan pesta demokrasi yang jujur dan adil, tanpa ada money politik yang bermain dalam pesta tersebut.
Partai hijau ini sebagai partai baru yang tergabung dalam perpolitikan di indonesia dan bisa manjadi acuan untuk masyarakat sekarang yang tidak peduli atau sudah apatis dengan tingkah laku kader-kader partai politik yang tidak bertangung jawab sehingga politik itu tercoreng, dengan adanya partai hijau ini semoga perpolitikan di indonesia tidak tercoreng, dan ada pembaharuan bagi masyarakat untuk memilih partai-partai politik yang memang bertangung jawab untuk mensejahterakan rakyat.
         
                     Jakfar
mahasiswa ilmu politik fisip unsyiah, 
pegiat political club unsyiah
   

Kamis, 25 Agustus 2016

MEMAKNAI KEMERDEKAAN

ilustrasi geogle
oleh munawwar
      Pada tanggal 17 Agustus tahun 2016 merupakan hari yang begitu spesial bagi bangsa Indonesia, karena tepat tanggal tersebut bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan setelah sebelumnya di jajah oleh beberapa negara, pertama,portugis, kedua, Belanda dan yang terakhir adalah Jepang. Ketiga negara ini datang dilih berganti, artinya disini bahwa setelah negara portugis pergi maka datang Belanda dan seterusnya.
      Ketiga negara ini datang ke Indonesia dengan tujuan untuk memperoleh rempah-rempah yang kala itu sangat minim terdapat pada negara-negara eropa, sehingga mereka melihat bahwa Indonesia yang kala itu belum menjadi negara sebagai tempat yang cocok untuk mendapati bahan rempah-rempah, apalagi kala itu Indonesia berbentuk kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri sendiri, maka dari itu datanglah portugis ke Indonesia dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh rempah-rempah, ternyata rempah-rempah yang ada di Indonesia juga di minati oleh Belanda yang membuat Belanda dan Portugis berperang untuk memperebut Indonesia dan akhirnya Portugis kalah dan mereka pun hengkang dari Indonesia, dan Indonesia kala itu di kuasai oleh Belanda.
       Cukup lama Belanda menjajah Indonesia, apabila kita melihat di beberapa literatur buku maka selama 350 tahun belanda menjajah Indonesia, namun yang menarik di sini, kendati Indonesia sudah di jajah oleh Belanda namun rakyat Indonesia tetap berupaya untuk mengusir Belanda, seluruh kerajaan yang tadi terpecah-pecah dan mereka mulai bersatu contoh , seperti halnya kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Aceh yang selanjutnya mereka bersatu untuk menjadi Kerajaan Aceh Darussalam yang di pimpin oleh Muhammad Alaudiy Syah.
       Ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi di Aceh saja namun juga terjadi di beberapa kerajaan lain seperti halnya yang dilakukan oleh kerajaan Yogyakarta yang juga gigih berjuang untuk mngusir pemberontak dari Nusantara (sebutan Indonesia dahulu sebelum merdeka), hal ini pula yang membangkitkan semangat juang seluruh masyarakat Nusantara, di mana setelah berita perjuangan kerajaan Aceh tersebar ke seluruh penjuru Nusantara maka ternyata hal ini membuat seluruh masyarakat Nusantara tergerak untuk kembali melakukan perjuangan, yang mana bila sebelumnya masyarakat sudah pasrah dengan penjajahan Belanda di tanah Nusantara.
Potret Indonesia Kini
      Negara Indonesia kini berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, banyak sekali persoalan yang terjadi di Indonesia, mulai dari sistem pendidikan, hukum, sosial dan juga persoalan  yang berganti setiap tahunnya, maupun persoalan kemiskinan dan kemiskinan itu sendiri  bulan september 2015  dengan jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,51 juta orang (11,13 persen) (sumber data dari BPS).
      Belum lagi persoalan hukum yang cukup memilukan, dimana antara koruptor dan masyarakat miskin penerapan hukum jauh berbeda satu sama lain, salah satu contohnya, kasus korupsi mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang hanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda 200 Juta rupiah. Ratu Atut telah melakukan suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sebesar 1 Milyar Rupiah untuk memenangkan gugatan yang diajukan pasangan Amir Hamzah dan Kasmin. Bandingkan dengan kasus seorang nenek yang mencuri singkong karena kelaparan dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara, tentu kedua kasus di atas menjadi contoh kecil dan  menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua bahwa negara Indonesia yang begitu kita cintai ini masih perlu dilakukan pembenahan yang cukup sinifikan.
       Apalagi tepat pada tanggl 17 agustus nantik kita akan memperingatin hari kemerdekaan, cukup besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh pendahulu kita guna mewujudkan kemerdekaan, dan tentu bukan hal ini yang di inginkan oleh mereka, melainkan terciptaannya masyarakat yang sejahtera dan makmur.      
Solusi dan jalan keluarnya
       Setiap persoalan dan masalah tentu memiliki jalan keluar, begitu halnya dengan persoalan yang di alami oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, dukungan dan kerja sama masyarakat semuanya adalah kunci untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam hal ini penulis merekomendasikan beberapa hal yang patut untuk di laksanakan pertama,Persatuan dan kesatuan yang kokoh, menurut hemat penulis persatuan dan kesatuan adalah kunci utama yang mesti untuk di laksnakan, dimana apabila persatuan dan kestuan sudah kokoh maka apapun persoalan bisa di atasi, contoh, di saat Belanda datang ke Nusantara (sebutan Indonesia kala itu) masyarakat nusantara belum bersatu padu, sehingga tidak butuh waktu lama bagi Belanda untuk menundukan kerajaan-kerajaan kecil yang berada di Nusantara, bahkan perlawana seprodis yang dilancarkan kala itu tidak memperoleh hasil yang sinifikan, namun di saat semua golongan dan seluruh pihak bersatu padu, maka tepat pada tanggal 17 agustus 1945 Soekarno dan M.hatta membacakan teks proklamasi sebagai suatu pertanda bahwa Nusantara telah menjadi negara yang kemudian dikenal dengan sebuatan NKRI, namun semua ini membutuhkan waktu yang cukup lama, 350 tahun Indonesia di jajah, perlawanan yang terstruktur baru bisa di himpun di saat semua golongan sudah menyatu.
      Dengan demikian persatuan dan kestuan adalah kunci mengampai kemerdekaan dan kemerdekaan tidak bisa di gapai apabila tidak ada persatuan dan kesatuan. Penulis akan membuat suatu anologi sederhana, satu lidi tidak memiliki power untuk menyapu daun-dauan walaupun hanya satu buah, namun lidi yang berkumpul banyak yang kemudian jadikan sapu, bisa menyapu berbagai hal, bahkan batu ukuran sedang, bisa terbawa atau terdorong dengan ayunan sapu, artinya di sini bahwa apapun permasalahan bisa diselesaikan apabila memiliki persatuan dan kesatuan, seperti yang telah di contohkan oleh negara indonesia dahulu.
       Kedua, evalusi kinerja, menurut hemat penulis evaluasi kinerja patut untuk di laksanakan, karena sudah seyogiannya tidak ada sesuatu bisa lahir dengan sempurna tanpa di lakukan evaluasi, begituhalnya dengan pelaksanakan sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, apabila hal itu tidak dilaksanakan maka tentunya perubahan sangat sulit untuk bisa di capai. Di tambah lagi manusia adalah makhluk biasa yang tidak bisa lepas dari suatu kesalahan yang dilakukan.
      Dengan demikian evaluasi kinerja harus di lakukan untuk bisa mengatasi setiap permasalahan yang ada di Indonesia, penulis akan menganologikan sesuatu, apabila sseorang memegang jabatan struktural yang berkaitan dengan pelayanan publik dalam hal ini pengawai pada discapil yang mendorong masyarakat untuk membuat KTP namun dikarenakan sikap dan perilakunya yang buruk atau tidak ramah di dalam melayani masyarakat maka banyak masyarakat yang engan untuk membuat kartu tanda penduduk dan tentunya hal ini berimbas ke dalam data kependudukan, karena tidak ada yang menevaluasikan kinerjanya maka hal ini berlansung cukup lama. Coba bayangkan apabila pada 34 provinsi yang ada di Indonesia memiliki pengawai yang demikian maka tentu akan membuat data kependudukan tidak di miliki oleh negara, yang berefek ke beberapa hal, salah satunya ialah tidak validnya data pemilih di saat dilangsungkan pemilihan umum.
       Dengan demikian kemerdekaan ini harus menjadi suatu momentum untuk membuat Indonesia lebih baik lagi, jangan kenaikan usia ini menjadi hal yang sia-sia karena tepat pada tanggal 17 agustus nantik negara Indonesia memiliki usia 71 tahun. Semoga perubahan bisa tercapai dengan kenaikan usia ini, guna menwujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Aamin.           



Sabtu, 25 Juni 2016

Diskusi Publik :Menelisik Toleransi Agama Dan Potensi Radikalisme di Aceh



galeri political Club
Banda Aceh,(22/06/2016), Political club Prodi Ilmu politik FISIP Unsyiah mengikuti acara yang diselengarakan oleh Prodi Ilmu politik FISIP Unsyiah   dan acara ini tersebut memiliki dua rangkaian, pertama diskusi Publik dan yang kedua buka puasa bersama,  dan tersbut dilaksanakan di aula FISIP Unsyiah pada pukul 16.30 s.d Selesai dengan tema, “Menelisik Toleransi Agama Dan Potensi Radikalisme di Aceh”,dengan pemateri, Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, Ph,D, Radhi Darmansyah M,Sc dan Masrijal M.A, yang dipadu oleh Dr. Effendi Hasan.
       “Diskusi ini hadir untuk mengkaji terhadap beberapa ketimbangan yang terjadi belakangan ini, salah satunya yang masih hangat ialah terkait pencabutan perda syariat Islam dan juga tentang pernyataan Dr Khalid Basalamah”, ungkap Dr Effendin Hasan.
       “Radikalisme mulai masuk Ke Aceh pada tahun 2005, pada suatu hal yang unik dari sel-sel radikalisme yang lahir ini dan mereka memiliki sistem pembinaan yang unik, dimana misal Saya mengenal pak Radhi namun saya tidak peduli dengan latar belakang dari pada radhi ini, yang mesti saya tahu bahwa saya dan pak radhi memiliki tujuan yang sama, sebenarnya sel-sel mereka sudah bisa dideteksi pada tahun 2006, dan akhirnya pada tahun 2010 gerakan radikalisme meledak salah satunya kejadian di jalin, hal ini menunjukkan bahwa gerakan masih ada namun sekarang ini gerakan ini memainkan pola baru yaitu mereka mulai masuk ke desa tidak seperti sebelumnya yang hanya bermain di kota saja. Ungkap Kamaruzzaman Bustaman Ahmad. 
“Konflik di Aceh memiliki konsep naik turun-naik turun, artinya bahwa konflik di Aceh memiliki konsep yang unik, dimana terkandang konflik ini berada fase klimasnya atau berada pada puncaknya dan kadang kala berada pada fase bawah atau tidak ada konflik. Ketidakadilan merupakan suatu hal yang bisa memunculkan konflik, misalnya, tentangga saya baik pada saya maka tentunya saya juga akan berbuat kepadanya, beberapa masalah ketidakadilan di rasakan dapat menghadirkan konflik laten, ketidakadilan yang besar bisa menjadi jurang pemisah sehingga melahirkan radikalisme, contoh di Aceh Timur kaya dengan minyak, ketika ada kelompok yang tida mendapatkan hasil dari minyak ini maka ia akan melakukan tindakan kriminalitas, sehingga akan menghasilkan sumber konflik baru”, ujar Radhi darmansyah.
“ setelah terjadi tragedi bom di WTC, yang dilakukan oleh kelompok Al-Qaidah pimpinan Usama Bin Laden, maka sejak itulah dunia mulai mencurigai bahwa Islam indetik dengan tindakan radikalisme, apahal apabila kita telusuri maka hal itu tidaklah benar, karena pada dasarnya tindakan radikalisme lahir daripada ketidakpahaman di dalam memahami perbedaan. Ujar Masrijal
       Dengan demikian radikalime hanya bisa di hilangkan apabila dilakukan pembasmian dari akarnya, bukan dilakukan pembasmian di saat sudah menjadi pohon, karena apabila sudah menjadi pohon maka akan sangat sulit untuk dihilangkan, dimana pohon ini memiliki buah dan buah ini memiliki biji sehingga biji bisa berkembang dan akan kembali menjadi pohon, dan pola tersebut akan berlangsung lama.(mun).




 
     

Selasa, 21 Juni 2016

Aroma Kehidupan

ilustrasi : bukuindie.com





semenjak aku ada dalam kandungan
aku selalu membayangkan
bagaimana hidup setelah aku lahir..?
pikiran itu muncul pertama kali

kedua orang tua aku menungu-nungu
untuk melihat anaknya.
tangisan itu akhirnya terdengar
sekeliling ku banyak sekali orang

siapa orang tersebut...?
suara itu muncul dalam hati  ku
rupanya orang-orang tersebut familyku
mereka sangat bahagia

ketika aroma kehidupan itu ada dalam diriku
hari demi hari berubah
bulan dan tahun pun berganti
aku akhirnya tumbuh dan besar

dilahirkan dari keluarga yang sederhana
penuh kasih sayang dan lemah lembut
kini aku sekarang beranjak dewasa
untuk membalas jasa-jasa orang tua ku

jangan anggap kehidupan ini biasa saja
anggap hidup ini luar biasa
hidup ini tidak terulang lagi
hidup cuma sekali

jakfar
mahasiswa IMPP

Jumat, 17 Juni 2016

AKU RINDU PADAMU RASULULLAH

ilustrasi geogle
oleh Munawwar
Bulan dan matahari silih berganti menyinari dunia
Akhir kehidupan adalah kembali kepadaNya
Engkau di utus oleh Allah untuk menyinari dunia ini
Engkau adalah sosok teladan yang pernah ada
Perilaku dan tutur katamu membuat siapa yang mendegarnya menjadi tunduk dan patuh
Andaisaja engkau tidak pernah di utus maka kehancuran dan kebinasan menjadi akhir dari kehidupan daku
Perjalanan hidupmu begitu terjal cemoohan dan hinaan menjadi hal yang biasa engkau dapatkan
Namun semangat dan harapanmu menjadikan engkau, tetap tegar di dalam menjalani tugas berat ini
Ya Rasulullah dengan apa daku harus membayar akan segala usahamu
daku yang lahir diakhir zaman
daku yang tidak pernah ikut berjihad denganmu di saat-saat sulit dahulu
Tak jarang ketika namamu disebutkan daku tidak bershalawat kepadamu
Tak jarang ketika sebagai orang merayakan kelahiranmu daku mecerca akan hal yang dilakukannya
engkau telah membawa kesempurnaan agama kepada daku
 agama Islam yang begitu sempurna, berisi seluruh aturan-aturan kehidupan.
Dan sekarang daku tanpa sadarnya membuat agama yang engkau bawa dengan susah payah mengalami kehancuran secara perlahan-lahan
Begitu hinanya daku
daku yang terkandang tidak melaksanakan perintah Allah
Tidak mendirikan sholat
Tidak berpuasa
Tidak membayar zakat
Tidak naik haji walaupun sudah mampu
Andai saja engkau sekarang ini bersama daku tentu begitu marahnya engkau
Ya Allah, tuhanku ampunilah dosa-dosa daku yang tanpa sadar  telah membuat engkau marah akan perbuatan ini
daku sadar bahwa tiap kali kami telah membuatmu marah
Ya Rasulullah daku begitu rindu untuk berjumpa denganmu walaupun hanya dalam mimpi
Keteguhan dan ketabahanmu merupakan suatu hal yang sangat mulia
Sungguh tidak akan ada manusia
 sepertimu ya Rasulullah
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyerukan manusia kepada jalan kebaikan
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyelamatkan manusia dari kepedihan azab

  









Kamis, 16 Juni 2016

Lentera Malam

sumber gambar: www.makassarpromo.com



hari-hari yang kulewati telah berlalu
matahari pun telah mulai meningalkan cahayanya di Bumi ini
sepi, sengap manghampiri
akhirnya malam telah tiba

merinding-merinding badan ini
angin malam yang selalu berputar
ke barat atau ke timur
inilah rasanya malam telah tiba

terdiam, melamun, tetap tenang
aku terpojok di sudut ruangan
kain sarung dan bantal ada di dekatku
lentera cahaya kecil menerangi ruangan

tetesan demi tetesan lentera itu
seperti hidup manusia
lahir, berkembang, dan akhirnya meningal
inilah proses hidup

roda selalu berputar
tangisan demi tangisan ada di hidup ini
kapan kah lentera hidup ini berhenti...?
banyak orang-orang yang tidak bisa bersyukur dengan hidup

permintaan meningal selalu menghampiri
semoga dengan puisi ini orang-orang bisa bersyukur dengan hidup
jangan cuma mengikuti arus kehidupan
jika ingin sukses dan di kenal harus berani melewati harus kehidupan

sekian

Jakfar
pegiat political club dan mahasiswa IMPP

Rabu, 15 Juni 2016

Acara buka puasa bersama political club






sumber: galeri album political club
Banda Aceh (15/06/2016), political club prodi Ilmu Politik mengelar acara buka puasa bersama sakaligus permbubaran panitia pada acara diskusi publik sebelum, acara ini dilaksanakan di nasi uduk kelapa dua, acara di hadiri oleh seluruh pengurus polititical club dan . Acara ini merupakan suatu momentum untuk meningkatkan kebersamaan dan juga kekompokan yang sempat terganjal dengan aktivitas final.

Sebenarnya kebersamaan dan kekompokan harus selalu terjalin dengan baik agar di saat dilaksanakan kegiatan apapun selalu menghasilkan hasil yang optimal, hal ini sangat diperlukan agar setiap pengurus political club mengerti kekuarangan dan kelebihan temannya, sehingga di dalam kegiatan political club, setiap pengurus bisa menutup kekurangan temannya yang lain.

“dalam pelaksanakaan kegiatan diskusi publik kemarin kita mengalami suka dan duka namun semua itu bisa kita lalui karena kekompokan kita bersama, suksesnya acara kemarin bukan karena saya sebagai ketua panitia namun semua itu karena kerja keras dan keyakinan teman-teman untuk menyukseskan acara tersebut, saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang telah rela menghabiskan tenaganya hanya untuk keberhasilan acara tersebut”, ujar Razikin akbar di dalam sela-sela acara berbuka puasa.

“Kita harus menjadikan acara buka puasa ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, baik itu dalam ketaqwaan maupun untuk meningkatkan tanggung jawab.  Apabila kita menerima amanah maka kita harus bertanggung jawab, karena amanah merupakan suatu kepercayaan yang telah diberikan kepada kita maka sudah seyogiannya kita untuk melaksanakannya dengan baik,dan juga saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pengurus political club yang sudah mau menghabiskan waktunya untuk menyuseskan setiap acara political club”, ujar Munawwar, selaku sebagai ketua umum.

Di akhir acara seluruh pengurus political club melakukan photo bersama, dan bersuka ria atas pertemuan ini, salah satu pengurus political club berujar semoga tahun depan acara ini bisa dilaksanakan kembali, dan juga acara ini penting, apalagi acara ini bisa mencairkan suasana ataupun rasa lelah di dalam acara bisa terobati dengan adanya acara seperti ini.