Tampilkan postingan dengan label Munawwar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Munawwar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

MEMAKNAI KEMERDEKAAN

ilustrasi geogle
oleh munawwar
      Pada tanggal 17 Agustus tahun 2016 merupakan hari yang begitu spesial bagi bangsa Indonesia, karena tepat tanggal tersebut bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan setelah sebelumnya di jajah oleh beberapa negara, pertama,portugis, kedua, Belanda dan yang terakhir adalah Jepang. Ketiga negara ini datang dilih berganti, artinya disini bahwa setelah negara portugis pergi maka datang Belanda dan seterusnya.
      Ketiga negara ini datang ke Indonesia dengan tujuan untuk memperoleh rempah-rempah yang kala itu sangat minim terdapat pada negara-negara eropa, sehingga mereka melihat bahwa Indonesia yang kala itu belum menjadi negara sebagai tempat yang cocok untuk mendapati bahan rempah-rempah, apalagi kala itu Indonesia berbentuk kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri sendiri, maka dari itu datanglah portugis ke Indonesia dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh rempah-rempah, ternyata rempah-rempah yang ada di Indonesia juga di minati oleh Belanda yang membuat Belanda dan Portugis berperang untuk memperebut Indonesia dan akhirnya Portugis kalah dan mereka pun hengkang dari Indonesia, dan Indonesia kala itu di kuasai oleh Belanda.
       Cukup lama Belanda menjajah Indonesia, apabila kita melihat di beberapa literatur buku maka selama 350 tahun belanda menjajah Indonesia, namun yang menarik di sini, kendati Indonesia sudah di jajah oleh Belanda namun rakyat Indonesia tetap berupaya untuk mengusir Belanda, seluruh kerajaan yang tadi terpecah-pecah dan mereka mulai bersatu contoh , seperti halnya kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Aceh yang selanjutnya mereka bersatu untuk menjadi Kerajaan Aceh Darussalam yang di pimpin oleh Muhammad Alaudiy Syah.
       Ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi di Aceh saja namun juga terjadi di beberapa kerajaan lain seperti halnya yang dilakukan oleh kerajaan Yogyakarta yang juga gigih berjuang untuk mngusir pemberontak dari Nusantara (sebutan Indonesia dahulu sebelum merdeka), hal ini pula yang membangkitkan semangat juang seluruh masyarakat Nusantara, di mana setelah berita perjuangan kerajaan Aceh tersebar ke seluruh penjuru Nusantara maka ternyata hal ini membuat seluruh masyarakat Nusantara tergerak untuk kembali melakukan perjuangan, yang mana bila sebelumnya masyarakat sudah pasrah dengan penjajahan Belanda di tanah Nusantara.
Potret Indonesia Kini
      Negara Indonesia kini berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, banyak sekali persoalan yang terjadi di Indonesia, mulai dari sistem pendidikan, hukum, sosial dan juga persoalan  yang berganti setiap tahunnya, maupun persoalan kemiskinan dan kemiskinan itu sendiri  bulan september 2015  dengan jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,51 juta orang (11,13 persen) (sumber data dari BPS).
      Belum lagi persoalan hukum yang cukup memilukan, dimana antara koruptor dan masyarakat miskin penerapan hukum jauh berbeda satu sama lain, salah satu contohnya, kasus korupsi mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang hanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda 200 Juta rupiah. Ratu Atut telah melakukan suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sebesar 1 Milyar Rupiah untuk memenangkan gugatan yang diajukan pasangan Amir Hamzah dan Kasmin. Bandingkan dengan kasus seorang nenek yang mencuri singkong karena kelaparan dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara, tentu kedua kasus di atas menjadi contoh kecil dan  menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua bahwa negara Indonesia yang begitu kita cintai ini masih perlu dilakukan pembenahan yang cukup sinifikan.
       Apalagi tepat pada tanggl 17 agustus nantik kita akan memperingatin hari kemerdekaan, cukup besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh pendahulu kita guna mewujudkan kemerdekaan, dan tentu bukan hal ini yang di inginkan oleh mereka, melainkan terciptaannya masyarakat yang sejahtera dan makmur.      
Solusi dan jalan keluarnya
       Setiap persoalan dan masalah tentu memiliki jalan keluar, begitu halnya dengan persoalan yang di alami oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, dukungan dan kerja sama masyarakat semuanya adalah kunci untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam hal ini penulis merekomendasikan beberapa hal yang patut untuk di laksanakan pertama,Persatuan dan kesatuan yang kokoh, menurut hemat penulis persatuan dan kesatuan adalah kunci utama yang mesti untuk di laksnakan, dimana apabila persatuan dan kestuan sudah kokoh maka apapun persoalan bisa di atasi, contoh, di saat Belanda datang ke Nusantara (sebutan Indonesia kala itu) masyarakat nusantara belum bersatu padu, sehingga tidak butuh waktu lama bagi Belanda untuk menundukan kerajaan-kerajaan kecil yang berada di Nusantara, bahkan perlawana seprodis yang dilancarkan kala itu tidak memperoleh hasil yang sinifikan, namun di saat semua golongan dan seluruh pihak bersatu padu, maka tepat pada tanggal 17 agustus 1945 Soekarno dan M.hatta membacakan teks proklamasi sebagai suatu pertanda bahwa Nusantara telah menjadi negara yang kemudian dikenal dengan sebuatan NKRI, namun semua ini membutuhkan waktu yang cukup lama, 350 tahun Indonesia di jajah, perlawanan yang terstruktur baru bisa di himpun di saat semua golongan sudah menyatu.
      Dengan demikian persatuan dan kestuan adalah kunci mengampai kemerdekaan dan kemerdekaan tidak bisa di gapai apabila tidak ada persatuan dan kesatuan. Penulis akan membuat suatu anologi sederhana, satu lidi tidak memiliki power untuk menyapu daun-dauan walaupun hanya satu buah, namun lidi yang berkumpul banyak yang kemudian jadikan sapu, bisa menyapu berbagai hal, bahkan batu ukuran sedang, bisa terbawa atau terdorong dengan ayunan sapu, artinya di sini bahwa apapun permasalahan bisa diselesaikan apabila memiliki persatuan dan kesatuan, seperti yang telah di contohkan oleh negara indonesia dahulu.
       Kedua, evalusi kinerja, menurut hemat penulis evaluasi kinerja patut untuk di laksanakan, karena sudah seyogiannya tidak ada sesuatu bisa lahir dengan sempurna tanpa di lakukan evaluasi, begituhalnya dengan pelaksanakan sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, apabila hal itu tidak dilaksanakan maka tentunya perubahan sangat sulit untuk bisa di capai. Di tambah lagi manusia adalah makhluk biasa yang tidak bisa lepas dari suatu kesalahan yang dilakukan.
      Dengan demikian evaluasi kinerja harus di lakukan untuk bisa mengatasi setiap permasalahan yang ada di Indonesia, penulis akan menganologikan sesuatu, apabila sseorang memegang jabatan struktural yang berkaitan dengan pelayanan publik dalam hal ini pengawai pada discapil yang mendorong masyarakat untuk membuat KTP namun dikarenakan sikap dan perilakunya yang buruk atau tidak ramah di dalam melayani masyarakat maka banyak masyarakat yang engan untuk membuat kartu tanda penduduk dan tentunya hal ini berimbas ke dalam data kependudukan, karena tidak ada yang menevaluasikan kinerjanya maka hal ini berlansung cukup lama. Coba bayangkan apabila pada 34 provinsi yang ada di Indonesia memiliki pengawai yang demikian maka tentu akan membuat data kependudukan tidak di miliki oleh negara, yang berefek ke beberapa hal, salah satunya ialah tidak validnya data pemilih di saat dilangsungkan pemilihan umum.
       Dengan demikian kemerdekaan ini harus menjadi suatu momentum untuk membuat Indonesia lebih baik lagi, jangan kenaikan usia ini menjadi hal yang sia-sia karena tepat pada tanggal 17 agustus nantik negara Indonesia memiliki usia 71 tahun. Semoga perubahan bisa tercapai dengan kenaikan usia ini, guna menwujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Aamin.           



Sabtu, 25 Juni 2016

Diskusi Publik :Menelisik Toleransi Agama Dan Potensi Radikalisme di Aceh



galeri political Club
Banda Aceh,(22/06/2016), Political club Prodi Ilmu politik FISIP Unsyiah mengikuti acara yang diselengarakan oleh Prodi Ilmu politik FISIP Unsyiah   dan acara ini tersebut memiliki dua rangkaian, pertama diskusi Publik dan yang kedua buka puasa bersama,  dan tersbut dilaksanakan di aula FISIP Unsyiah pada pukul 16.30 s.d Selesai dengan tema, “Menelisik Toleransi Agama Dan Potensi Radikalisme di Aceh”,dengan pemateri, Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, Ph,D, Radhi Darmansyah M,Sc dan Masrijal M.A, yang dipadu oleh Dr. Effendi Hasan.
       “Diskusi ini hadir untuk mengkaji terhadap beberapa ketimbangan yang terjadi belakangan ini, salah satunya yang masih hangat ialah terkait pencabutan perda syariat Islam dan juga tentang pernyataan Dr Khalid Basalamah”, ungkap Dr Effendin Hasan.
       “Radikalisme mulai masuk Ke Aceh pada tahun 2005, pada suatu hal yang unik dari sel-sel radikalisme yang lahir ini dan mereka memiliki sistem pembinaan yang unik, dimana misal Saya mengenal pak Radhi namun saya tidak peduli dengan latar belakang dari pada radhi ini, yang mesti saya tahu bahwa saya dan pak radhi memiliki tujuan yang sama, sebenarnya sel-sel mereka sudah bisa dideteksi pada tahun 2006, dan akhirnya pada tahun 2010 gerakan radikalisme meledak salah satunya kejadian di jalin, hal ini menunjukkan bahwa gerakan masih ada namun sekarang ini gerakan ini memainkan pola baru yaitu mereka mulai masuk ke desa tidak seperti sebelumnya yang hanya bermain di kota saja. Ungkap Kamaruzzaman Bustaman Ahmad. 
“Konflik di Aceh memiliki konsep naik turun-naik turun, artinya bahwa konflik di Aceh memiliki konsep yang unik, dimana terkandang konflik ini berada fase klimasnya atau berada pada puncaknya dan kadang kala berada pada fase bawah atau tidak ada konflik. Ketidakadilan merupakan suatu hal yang bisa memunculkan konflik, misalnya, tentangga saya baik pada saya maka tentunya saya juga akan berbuat kepadanya, beberapa masalah ketidakadilan di rasakan dapat menghadirkan konflik laten, ketidakadilan yang besar bisa menjadi jurang pemisah sehingga melahirkan radikalisme, contoh di Aceh Timur kaya dengan minyak, ketika ada kelompok yang tida mendapatkan hasil dari minyak ini maka ia akan melakukan tindakan kriminalitas, sehingga akan menghasilkan sumber konflik baru”, ujar Radhi darmansyah.
“ setelah terjadi tragedi bom di WTC, yang dilakukan oleh kelompok Al-Qaidah pimpinan Usama Bin Laden, maka sejak itulah dunia mulai mencurigai bahwa Islam indetik dengan tindakan radikalisme, apahal apabila kita telusuri maka hal itu tidaklah benar, karena pada dasarnya tindakan radikalisme lahir daripada ketidakpahaman di dalam memahami perbedaan. Ujar Masrijal
       Dengan demikian radikalime hanya bisa di hilangkan apabila dilakukan pembasmian dari akarnya, bukan dilakukan pembasmian di saat sudah menjadi pohon, karena apabila sudah menjadi pohon maka akan sangat sulit untuk dihilangkan, dimana pohon ini memiliki buah dan buah ini memiliki biji sehingga biji bisa berkembang dan akan kembali menjadi pohon, dan pola tersebut akan berlangsung lama.(mun).




 
     

Jumat, 17 Juni 2016

AKU RINDU PADAMU RASULULLAH

ilustrasi geogle
oleh Munawwar
Bulan dan matahari silih berganti menyinari dunia
Akhir kehidupan adalah kembali kepadaNya
Engkau di utus oleh Allah untuk menyinari dunia ini
Engkau adalah sosok teladan yang pernah ada
Perilaku dan tutur katamu membuat siapa yang mendegarnya menjadi tunduk dan patuh
Andaisaja engkau tidak pernah di utus maka kehancuran dan kebinasan menjadi akhir dari kehidupan daku
Perjalanan hidupmu begitu terjal cemoohan dan hinaan menjadi hal yang biasa engkau dapatkan
Namun semangat dan harapanmu menjadikan engkau, tetap tegar di dalam menjalani tugas berat ini
Ya Rasulullah dengan apa daku harus membayar akan segala usahamu
daku yang lahir diakhir zaman
daku yang tidak pernah ikut berjihad denganmu di saat-saat sulit dahulu
Tak jarang ketika namamu disebutkan daku tidak bershalawat kepadamu
Tak jarang ketika sebagai orang merayakan kelahiranmu daku mecerca akan hal yang dilakukannya
engkau telah membawa kesempurnaan agama kepada daku
 agama Islam yang begitu sempurna, berisi seluruh aturan-aturan kehidupan.
Dan sekarang daku tanpa sadarnya membuat agama yang engkau bawa dengan susah payah mengalami kehancuran secara perlahan-lahan
Begitu hinanya daku
daku yang terkandang tidak melaksanakan perintah Allah
Tidak mendirikan sholat
Tidak berpuasa
Tidak membayar zakat
Tidak naik haji walaupun sudah mampu
Andai saja engkau sekarang ini bersama daku tentu begitu marahnya engkau
Ya Allah, tuhanku ampunilah dosa-dosa daku yang tanpa sadar  telah membuat engkau marah akan perbuatan ini
daku sadar bahwa tiap kali kami telah membuatmu marah
Ya Rasulullah daku begitu rindu untuk berjumpa denganmu walaupun hanya dalam mimpi
Keteguhan dan ketabahanmu merupakan suatu hal yang sangat mulia
Sungguh tidak akan ada manusia
 sepertimu ya Rasulullah
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyerukan manusia kepada jalan kebaikan
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyelamatkan manusia dari kepedihan azab

  









Rabu, 15 Juni 2016

Acara buka puasa bersama political club






sumber: galeri album political club
Banda Aceh (15/06/2016), political club prodi Ilmu Politik mengelar acara buka puasa bersama sakaligus permbubaran panitia pada acara diskusi publik sebelum, acara ini dilaksanakan di nasi uduk kelapa dua, acara di hadiri oleh seluruh pengurus polititical club dan . Acara ini merupakan suatu momentum untuk meningkatkan kebersamaan dan juga kekompokan yang sempat terganjal dengan aktivitas final.

Sebenarnya kebersamaan dan kekompokan harus selalu terjalin dengan baik agar di saat dilaksanakan kegiatan apapun selalu menghasilkan hasil yang optimal, hal ini sangat diperlukan agar setiap pengurus political club mengerti kekuarangan dan kelebihan temannya, sehingga di dalam kegiatan political club, setiap pengurus bisa menutup kekurangan temannya yang lain.

“dalam pelaksanakaan kegiatan diskusi publik kemarin kita mengalami suka dan duka namun semua itu bisa kita lalui karena kekompokan kita bersama, suksesnya acara kemarin bukan karena saya sebagai ketua panitia namun semua itu karena kerja keras dan keyakinan teman-teman untuk menyukseskan acara tersebut, saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang telah rela menghabiskan tenaganya hanya untuk keberhasilan acara tersebut”, ujar Razikin akbar di dalam sela-sela acara berbuka puasa.

“Kita harus menjadikan acara buka puasa ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, baik itu dalam ketaqwaan maupun untuk meningkatkan tanggung jawab.  Apabila kita menerima amanah maka kita harus bertanggung jawab, karena amanah merupakan suatu kepercayaan yang telah diberikan kepada kita maka sudah seyogiannya kita untuk melaksanakannya dengan baik,dan juga saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pengurus political club yang sudah mau menghabiskan waktunya untuk menyuseskan setiap acara political club”, ujar Munawwar, selaku sebagai ketua umum.

Di akhir acara seluruh pengurus political club melakukan photo bersama, dan bersuka ria atas pertemuan ini, salah satu pengurus political club berujar semoga tahun depan acara ini bisa dilaksanakan kembali, dan juga acara ini penting, apalagi acara ini bisa mencairkan suasana ataupun rasa lelah di dalam acara bisa terobati dengan adanya acara seperti ini. 


Jumat, 20 Mei 2016

Diskusi : Mengidentifikasi Pemberlakuan Daerah Operasi Militer di Aceh sebagai Penyebab Penurunan Perekonomian


Banda Aceh (19/05/2016), political Club prodi Ilmu Politik kembali melaksanakan diskusi rutin di aula lantai perpustakaan Unsyiah dengan tema “Mengidentifikasi Perlakuan Daerah Operasi Militer, Di Aceh sebagai Penyebab Penurunan Perekonomian, tema ini sengaja dianggkat mengingat pada bulan mei menurut dari catatan sejarah merupakan bulan yang begitu yang membekas di dalam benar rakyat Aceh, dimana pada bulan ini tepat pada tahun 1989 Aceh diberlakukan sebagai Daerah Operasi Militer.
       Aceh dan konflik adalah sesuatu yang sulit dipisahkan satu sama lain, karena memang sejak lama Aceh sudah akrab dengan “konflik”, secara de facto  Aceh terakhir berkonflik ialah pada tahun 2005, hal ini kita mengacu ke dalam perjanjian damai anatara GAM dan RI, yang sepakat berdamai pada tanggal 15 Agustus 2005, maka dari pada itu Aceh tidak pernah lagi melakoni konflik dan semenjak itu Aceh hanya fokus pada masa transisi saja atau dengan kata lain hanya fokus di dalam pemulihan daripada dampak-dampak yang dihasilkan oleh konflik.
     “Konflik memiliki peranan di dalam mendorong pernurunan perekonomian, yang mana di saat konflik meletus , tentu masyarakat tidak bisa sebarangan di dalam menecari nafkah yang selanjutnya diimplementasikan lewat kekurangan sandang dan pangan, maka terjadi lah krisis di Aceh harga barang-barang semakin tinggi dan sulit dijangkau karena kekurangan stok yang tersedia, belum lagi pihak-pihak investor engan masuk ke Aceh takut keamanan usahanya terganggu atau juga diganggu oleh pihak berkonflik”, Ujar Jakfar salah satu dari anggota political club, dalam sela-sela pemaparannya. 
       “Sektor pendidikan juga berperan di dalam peningatan perekonomian, kita lihat saja negara-negara maju hampir rata-rata pendidikannya sangat bagus, maka ini menunjukkan bahwa pendidikan dan perekonomian adalah dua hal yang memiliki keterkaitan dan sangat tidak bisa dipisahkan, bila konflik tentunya disektor pendidikan akan terganggu, hal ini nyata terjadi konflik bahkan ketika kontak senjata sudah begitu parah maka besoknya sekolah diliburkan dan masyarakat diungsikan, maka bayangkan saja bagaimana nasib anak-anak Aceh yang sedang menuntut ilmu, oleh karenanya pemberlakukan daerah operasi Militer memiliki dampak di dalam penurunan perekonomian di Aceh, di tambah lagi dengan trauma akut yang dimiliki oleh sebagai masyarakat Aceh sehingga membuat ia takut terhadap sesuatu yang terlalu berlebihan” ujar Munawwar.
       Di akhir diskusi saudara moderator merangkum beberapa point terkait dengan diskusi “ Pemberlakukan daerah operasi militer di Aceh memiliki dampak di dalam penurunan  sektor perekonomian dan juga sektor pendidikan masyarakat Aceh, karena sudah seyogiannya generasi ini dipersiapkan untuk membuat Aceh lebih maju lagi namun dengan adanya pemberlakukan DOM di Aceh maka membuat cita-cita mereka terabaikan, sebenarnya pihak RI dan GAM bisa menyelesaikan masalah secara persuasif saja tanpa harus berkonflik terlalu lama. Ujar Tarmizi (moderator).  



Jumat, 13 Mei 2016

Trans Kutaraja

Ilustrasi Google
Banda Aceh, (12/5/2016), Political Club Prodi Ilmu Politik Unsyiah menaiki Bus Trans Koetaradja, Disaat memasuki kedalam bus Trans Koetaradja tersebut, seluruh anggota Political Club terkejut dengan berbagai fasilitas yang terdapat pada bus tersebut. Dimana bus tersebut dilengkapi dengan beberapa fasilitas, AC, kursi yang empuk, musik, dan juga ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan.
       Pemisahan ini tentunya menjadi langkah yang sangat tepat, untuk mendukung pelaksaan syariat Islam di Aceh dalam hal ini kota Banda Aceh. Menurut Jakfar salah satu penumpang bus Trans Koetaradja ini memaparkan bahwa hal itu sangat tepat agar membentuk pola pikir generasi muda bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh begitu dekat dan saling memandang, beliau juga menambahkan apabila laki-laki dan perempuan saling memandang maka hal tersebut termasuk di dalam zina mata dan hal ini kerap sekali terjadi di Aceh dan dianggap hal yang biasa padahal sudah seyogianya hal ini tidak boleh dibiarkan melainkan harus bisa dibasmi agar bisa mewujudkan pelaksaan syariat Islam yang kaffah di Aceh.
       Di sisi lain banyak sekali penumpang yang masih anak-anak, namun mereka berani naik bus Trans Koetaradja sendiri tanpa ditemani oleh orang tuanya, Abral salah dari penumpang yang masih duduk di kelas 3 SD, mengatakan bahwa orang tuannya memberikannya izin untuk naik bus kutaraja sendiri. Karena bus ini dilengkapi dengan kernet yang ramah dan juga setiap pemberherian selalu dikontrol oleh kernet itu sehingga juga aman bagi anak-anak yang masih kecil.
       “Trans Koetaradja harus memiliki koridor jalan sendiri agar, masyarakat tidak terganggu dengan ukuran bus yang lumayan besar, beliau juga mencontohkan bila di Jakarta bus ini diberikan koridor sendiri, sehingga tidak menganggu masyarakat yang naik roda dua dan empat. Namun beliau juga menambahkan bahwa belum adanya koridor sendiri merupakan hal yang wajar mengingat bus baru satu minggu beroperasi di Banda Aceh dan memerlukan waktu untuk pembuatan koridor ini, beliau juga optimis bahwa kedepan Trans kutaraja akan ada koridor sendiri” ungkap tarmizi mahasiswa dan juga pengurus OKP Pemuda Aceh Selatan (PAS).
       Trans Koetaradja bertujuan untuk mengatasi kemancetan yang selama ini memang sudah menjadi penyakit di Kota Banda Aceh, dengan berbagai fasilitas yang ada maka sudah barang tentu membuat masyarakat kota Banda Aceh berhijrah dari kenderaan roda dua atau roda empat menjadi naik Trans Koetaradja sehingga kemancetan tidak ada lagi di Banda Aceh.